PESANTREN KILAT (SANLAT)

Diposting : Bahrul Hayat   Tanggal : 27 Mei 2017 01:51:12   Dibaca : 262 Kali


Secara umum Pengertian Pesantren kilat mengandung dua kata kunci, yaitu pesantren dan kilat. Pengertian pesantren secara umum, yaitu suatu lembaga pendidikan Islam yang di dalamnya terdapat kiyai yang bertugas mendidik dan mengajar para santri dengan menggunakan sarana mesjid, madrasah, dan didukung adanya pondok tempat tinggal santri. Kilat karena dilakukan dalam waktu yang relatif singkat.

Beberapa nilai yang terkandung dalam tata cara kehidupan pesantren kilat, antara lain :

  1. Adanya suasana kebersamaan dan kesederhanaan;
  2. Adanya suasana kekerabatan dan kekeluargaan;
  3. Adanya peningkatan pengalaman, penghayatan, dan praktik dalam kehidupan sehari-hari.

Secara Khusus Pengertian Pesantren kilat adalah salah satu wahana alternatif kegiatan ekstrakurikuler dalam rangka memantapkan pembinaan keimanan dan ketaqwaan terhadap Allah SWT. Bagi siswa yang beragama Islam dengan pola dan tata cara kehidupan pesantren yang dilakukan di dalam lingkungan sekolah.

Tujuan Dilaksanakan Pesantren Kilat
Dengan adanya pelaksanaan  Pesantren kilat bagi siswa diharapkan dapat :

  1. Meningkatkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan siswa tentang ajaran agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara ;
  2. Memperdalam, memantapkan, dan meningkatkan penghayatan ajaran agama Islam khususnya tentang keimanan, ibadah, akhlak, dan Al quran ;
  3. Menerapkan dan mengamalkan ajaran Islam dam kehidupan sehari-hari dalam rangka membentuk mental spiritual yang tangguh, kokoh, dan mampu menghadapi tantangan-tantangan negatif, baik yang datang dari dirinya pribadi maupun dari luar dirinya.

 

MENGAPA HARUS IKUT PESANTREN KILAT

Ya, mengapa harus ikut pesantren kilat? Jawabanya, karena wajib hukumnya bagi setiap individu muslim untuk mempelajari dan mengetahui ilmu agama dasar. Wajib artinya berdosa apabila ditinggalkan. Karena tanpa pengetahuan agama dasar yang benar, maka segala ibadah dan perilaku non-ibadah kita rawan kesalahan. Dan apabila kesalahan itu terjadi pada masalah ibadah, maka ibadah kita tidak sah. Apabila tidak sah, maka itu sama artinya dengan tidak melakukan kewajiban. Contohnya, orang awam melaksanakan shalat wajib tapi tidak memenuhi syarat dan rukun shalat seperti suci dari najis, suci dari hadas kecil dan besar, dan lain-lain. Atau, cara wudhunya atau cara shalatnya yang salah sehingga menyebabkan tidak sah.

Ilmu Agama yang Wajib Diketahui setiap Muslim (Fardhu Ain)

Mencari ilmu yang wajib ain (wajib bagi setiap individu muslim) adalah ilmu yang terkait dengan kewajiban agama dan larangan syariah. Setiap muslim harus mempunyai ilmu tentang shalat, puasa, zakat dan haji dan seluruh hal yang terkait dengannya seperti masalah najis, cara menyucikan najis, cara berwudhu, mandi wajib, syarat, rukun, perkara yang membatalkan hadas kecil dan besar, yang membatalkan ibadah shalat, puasa, haji, dll.

Selain itu, setiap invidu muslim juga wajib mengetahui larangan syariah yang utama seperti zina, mencuri, membunuh, menipu, memfitnah, dll.

 

Dalil-dalil wajibnya Mencari Ilmu

Dalam hadits hasan riwayat Ibnu Majah dari Anas bin Malik, Nabi bersabda


طلب العلم فريضة على كل مسلم

Artinya: Mencari ilmu itu wajib bagi setiap muslim

Al-Sarakhsi dalam kitab Al-Mabsuth menyatakan:


فإن أقوى الفرائض بعد الإيمان بالله تعالى طلب العلم

Artinya: Fardhu yang paling tinggi tingkat wajibnya setelah iman pada Allah adalah mencari ilmu.

Ilmu Agama yang Wajib Diketahui Sebagian Muslim (Fardhu Kifayah)

Fardhu Kifayah adalah kewajiban yang dikenakan pada sebagian muslim saja. Ilmu yang wajib secara kifayah adalah mencari dan menguasai berbagai cabang ilmu agama secara mendalam dan mendetail meliputi Al-Quran dan tafsirnya, hadis dan ilmu cabangnya, fiqih dan ushulnya, dan seterusnya. Berdasarkan firman Allah dalam QS At-Taubah 9:22


فَلَوْلَا نَفَرَ‌ مِن كُلِّ فِرْ‌قَةٍ مِّنْهُمْ طَائِفَةٌ لِّيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنذِرُ‌وا قَوْمَهُمْ إِذَا رَ‌جَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُ‌ونَ

Artinya: Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.

Abu Bakar Al-Rozi Al-Jashash dalam Ahkamul Qur’an, hlm. 4/374, menyatakan:


وفي هذه الآية دلالة على وجوب طلب العلم وأنه مع ذلك فرض على الكفاية ، لما تضمنت من الأمر بنفر الطائفة من الفرقة للتفقه ، وأمر الباقين بالقعود

Artinya: Ayat ini menunjukkan wajibnya mencari ilmu dan sifatnya fardhu kifayah karena dalam ayat ini terkandung perintah pada sebagian golongan untuk berangkat menuntut ilmu dan memerintahkan yang lain untuk tinggal di rumah.

 

Referensi :

http://seputarpengertian.blogspot.co.id

http://www.alkhoirot.com/


Form Komentar

Maksimal panjang teks 140 karakter, Silahkan komentar dengan bijak!
gambar


0 Komentar

user image
Tidak ada Komentar