TOKOH INSPIRATIF

Tanggal : 21 Februari 2017  Diposting Oleh : Agus Ahmad Durri   Dibaca : 209 Kali

Abu Nasir Muhammad bin Farakh Al-Farabi

Nama Populer
Al-Farabi

Tempat, Tanggal Lahir
Farab, 870 M atau 258 H


Abu Nasir Muhammad bin Farakh Al-Farabi atau dikenal Al-Farabi adalah seorang ilmuan dan silsuf Islam yang berasal dari Farab, Kazakhstan. Ia juga dikenal dengan nama Abu Nasir Al-Farabi dalam beberapa sumber yang ia kenal sebagai Abu nasr muhammad ibn muhammad ibn tarkhan ibn uzalah al-farabi juga dikenal di dunia barat sebagai Alpharabius, Al-Farabi, Farabi, dan Abunasir.

Sejak kecil ia digambarkan memiliki kecerdasan istimewa dan bakat besar untuk menguasai hampir setiap subyek yang dipelajari. Pada masa awal pendidikannya ini, Al-Farabi belajar Al-Qur’an, tata bahasa, kesusasteraan, ilmu-ilmu agama (fiqh, tafsir dan ilmu hadits) dan aritmetika dasar. Kemungkinan,farabi adalah seorang syi’ah imamiyah syi’ah imamiyah adalah salah satu aliran dalam islam yang mana jadi dasar aqidah mereka adalah soal imam.yang berasal dari turki. Ayah nya seorang opsir tentara turki keturunan persia,sedangkan ibunya berdarah turki asli. Al-farabi muda belajar ilmu islam dan musik di bukhara,tempat tinggal di kazakhstan sampai umur 50 lalu ia pergi ke baghdad untuk menuntut ilmu di sana selama 20 tahun. Kemudian belajar filsafat dari silsuf kristen terkenal yang bernama yuhana bin jilad. Al-Farabi kemudian mengembara di kota Harram yang terletak di utara syria.

Pada tahun 940M, Al-Farabi melanjutkan mengembara ke Damaskus bertemu dengan sayf al dawla al hamdanid, kepala daerah Aleppo, yang dikenal sebagai simpatisan para imam syi’ah, Al-Farabi wafat di kota Damaskus pada usia 80 tahun (rajab 339 H/Desember 950 M) pada masa pemerintahan khalifah Al muthi’(masih dinasti Abbasiyyah). Al-farabi adalah seorang komentor filsafat yunani yang ulung di dunia islam. Kontribusi terletak di berbagai bidang seperti matematika,filosofi,pengobatan,dan musik.al-farabi telah menulis berbagai buku sosiologi dan sebuah buku penting dalam bidang musik dan kitab al-musiqa, ia juga memainkan dan telah menciptakan berbagai alat musik. Al-Farabi juga dikenal dengan sebutan “guru kedua” setelah Aristoteles,karna kemampuannya dapat memahami Aristoteles yang dikenal sebagai guru pertama dalam ilmu filsafat. Al-farabi hidup pada daerah otonomi di bawah pemerintahan sayf al dawla dan di zaman pemerintahan dinasti abbasiyyyah.al-farabi dikenal dengan pemikiran-pemikiran dari para ahli filsafat yunani seperti plato dan aristoteles dan mencoba mengkombinasi ide atau pemikiran-pemikiran yunani kuno dengan pemikiran islam untuk menciptakan sebuah negara pemerintah yang ideal (negara utama).

Karya yang paling terkenal adalah Al-Madinah Al-Fadhilah(kota atau negara utama). Menurut Al-farabi manusia merupakan warga negara yang merupakan salah satu syarat terbntuknya negara,manusia tidak dapat hidup sendiri dan selalu membutuhkan bantuan orang lain,maka manusia menjalin hubungan asosiasi. Menurut al-farabi negara atau kota merupakan suatu kesatuan masyarakat yang paling mandiri dan paling mampu memenuhi kebutuhan hidup antara lain :sandang,pangan,papan dan keamanan.mampu mengatur ketertiban masyarakat.negara yang warganya sudah mandiri dan bertujuan untuk mencapai kebahagiaan yang nyata. Menurut al-farabi perkembangan atau kualitas negara ditentukan oleh warga negaranya,mereka berhak memilih seseorang untuk menjadi pemimpin negara.seseoreng yang paling unggul dan paling sempurna di antara mereka.

Ada tiga klasifikasi utama adalah:

  • Pertama jantung. Jantung merupakan organ pokok karena jantung adalah organ pengatur yang tidak di atur oleh organ lain.
  • Kedua otak. Peringkat kedua ini selain bertugas melayani bagian peringkat pertama,juga mengatur organ bagian bawah,organ peringkat ketiga seperti:hati,limpa dan organ reproduksi.
  • Organ bagian ketiga. Organ terbawah ini hanya bertugas mendukung dan melayani organ dari bagian atasnya.

Al-farabi membagi negara dalam lima bentuk yaitu:

  1. Negara utama (Al-Madinah Al-Fadhilah)negara yang dipimpin oleh para nabi dan dilanjutkan oleh para filsuf,penduduk merasa bahagia.
  2. Neagara orang-orang bodoh (Al-Madinah Al-Jahilah) negara yang penduduknya tidak mengenal bahagia.
  3. Negara orang-orang fasik,negara yang penduduknya mengenal kebahagiaan,tetapi tingkah laku mereka sama seperti penduduk negara orang bodoh.
  4. Negara yang berubah-ubah(Al-Madinah Al-Mutabddilah),pada awalnya  penduduk negara ini memiliki pemikiran dan pendapat seperti penduduk utama namun kemudian mengalami kerusakan.
  5. Negara sesat (Al-Madinah Ad-Dallah),negara yang di pimpin oleh orang yang menganggap dirinya mendapat wahyu dan kemudian ia menipu orang banyak dengan ucapan dan perbuatannya. (Lulu, kelas XI)