TOKOH INSPIRATIF

Tanggal : 25 Februari 2017  Diposting Oleh : Agus Ahmad Durri   Dibaca : 181 Kali

AL-KHAWARIZMI

Nama Populer
Abu Abdullah Muhammad ibnu Musa

Tempat, Tanggal Lahir
Baghdad, Tahun 780 M


AL-KHAWARIZMI Adalah seorang ilmuan islam penemu ANGKA NOL DAN ALGORITMA. Al-khawarizmi Lahir ketika tahun 780 dan wafat sekitar tahun 850 di Bagdad. Nama lengkapnya adalah Abu Abdullah Muhammad ibnu Musa ia di kenali al-khawarizmi karena berasal dari khawarizm (Khiva) yang berada di Provinsi Khurasan pada masa kekuasaan Bani Abbasiyah, sebuah darerah di daerah timur laut kaspia.

AL-KHAWARIZMI hidup di pinggiran bagdad pada masa kholifah Al-ma’mun (813-833M). Dari dinasti abbasiyah. Khalifah Al-Ma’mun menjadi sahabat karibnya yang menjadikan Al-Khawarizmi sebagai anggota Baitul Hikmah di Bagdad, yakni sebuah lembaga penelitian ilmu pengetahuan yang didirikan oleh Khalifah Harun ar-Rasyid. Baitul Hikmah memiliki berbagai keunggulan yang mahsyur di dunia Islam. Goerge Sarton, mengungkapkan bahwa Al-Khawarizmi termasuk salah satu seorang ilmuwan muslim terbesar dan terbaik pada masanya. Selain itu juga beliau penemu algoritma, algoritma itu sendiri  brasal dari Kata Algoritma berasal dari penulis buku Arab yang sangat terkenal, yang tak lain dan yang tak bukan adalah Abu Abdullah Muhammad Ibnu Musa Al-Khuwarizmi, orang barat membacanya menjadi Algorism. Karya terbesarnya dalam matematika, astronomi, astrologi, geografi, kartografi, sebagai fondasi dan kemudian lebih inovatif dalam aljabar, trigonometri, dan pada bidang lain yang dia tekuni. Pendekatan logika dan sistematisnya dalam penyelesaian linear dan notasi kuadrat memberikan keakuratan dalam disiplin aljabar, nama yang diambil dari nama salah satu bukunya pada tahun 830 M, al-Kitab al-mukhtasar fi hisab al-jabr wa'l-muqabala atau: "Buku Rangkuman untuk Kalkulasi dengan Melengkapakan dan Menyeimbangkan”, buku pertamanya yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Latin pada abad ke-12. Setelah Al-Khawarizmi meninggal dunia, keberadaaan karyanya beralih kepada komunitas Islam, yaitu tentang cara menjabarkan bilangan dalam sebuah metode perhitungan, termasuk dalam bilangan pecahan. Suatu penghitungan aljabar merupakan warisan untuk menyelesaikan persoalan penghitungan dan rumusan yang lebih akurat daripada rumusan yang pernah ada sebelumya. Di dunia Barat, ilmu matematika lebih banyak dipengaruhi oleh karya Al-Khawarizmi dibanding karya para penulis pada abad pertengahan. Masyarakat modern saat ini berutang budi kepada seorang Al-Khawarizmi dalam hal penggunaan bilangan Arab. Notasi penempatan bilangan dengan basis sepuluh, penggunaan bilangan irrasional, dan diperkenalkannya konsep aljabar modern membuat Al-Khawarizmi layak menjadi figur penting dalam bidang matematika dan revolusi penghitungan di abad pertengahan di daratan Eropa melalui penyatuan matematika Yahudi, Hindu, dan mungkin Babilonia.

Beliau adalah sosok yang mengagumkan bagi para masyarakat. Dan karena adanya beliau kami semua mngtahui tentang algoritma dan bil nol. Dia juga menulis 2 buku tentang penggunaan dan perakitan astrolab. Ibnu al-Nadim dalam Kitab al-Fihrist (sebuah indeks dari bahasa Arab) juga menyebutkan Kitāb ar-Ruḵāma(t) (buku sundial) dan Kitab al-Tarikh (buku sejarah) tapi 2 yang terakhir disebut telah hilang. Sungguh beliau sosok yang menggaumkan dan banyak hal yang bermanfaat yang dapat dipetik dari setiap jejak langkah beliau untuk kita semua.